TURBO vs NOS

Published 7 Agustus 2012 by loewongankerja

Bagi penyuka RPM tinggi, Turbo dan NOS ibarat sayur dan garam. Keduanya bisa dipilih sesuai fungsi dan secara instan akan menyuplai tenaga besar untuk mendongkrak performa tunggangan kesayangan.

amun jangan salah pilih spesifikasi Turbo atawa NOS yang ingin dipilih, salah-salah mesin bisa over heat terus meleduk. “Sesuaikan dengan kemampuan mesin. Dan pilih sesuai dengan kebutuhan”.Pada prinsipnya, terdapat dua pilihan Turbo di pasaran, yaitu Turbo Kit dan Turbo Bolt On / Custom. Turbo kit mempunyai kelebihan dari sisi kemudahan instalasi, serta dari sisi keindahan, lantaran tipe kit sudah disesuaikan sistem piping-nya dengan karakter dan lekuk kompartemen mobil. “Bisa dilihat dari sisi finishing sambungan las-nya” tambah Rudy. Namun, biasanya angka yang ditawarkan dirasa kurang dramatis. “Buat kit, standar ideal untuk setingan harian adalah 0,5-0,6 bar dengan penambahan tenaga 40-60%. Namun jika ingin lebih harus melakukan modifikasi alias customized” Di after market banyak sekali turbo kit yang dipasarkan seperti Greedy atau HKS.

Nah, buat yang ingin lebih berani, Turbo bolt on bisa dijadikan pilihan. Peranti yang dipilih juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kocek yang ada. Setiap mekanik mempunyai bumbu serat komposisi yang berbeda dalam menghadapi setingan turbo custom. “Salah satu hal yang paling menentukan adalah A-R Ratio-nya harus sesuai dengan karakter mesin dan kebutuhan. Tenaga yang ditawarkan untuk sistem bolt on ini jelas diatas 60% dari tenaga standar bawaan pabrikan. Untuk perantinya sendiri tergantung kocek serta keinginan kita. Dimulai dari besar rumah keong hingga tingkat efisiensi dari intercooler. “Jika budget yang disediakan cekak, pilihan bolt on merupakan hal yang tepat lantaran spesifikasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selanjutnya, jika ingin optimal pada semua tarikan, pilih turbo kit dengan merubah ukuran rumah keong yang lebih besar”


Nitrous System
Sistem instant lainnya adalah NOS. Terbagi atas dua sistem yaitu dry dan wet systems. Disebut Sistem Dry lantaran pada nosel tidak terdapat campuran bensin sedangkan pada wet system, pada nosel terdapat campuran bensin untuk proses boosting. Efeknya jelas lebih “maut” sistem wet. Namun tentu sistem ini lebih mahal. Pada mobil rakitan Jepang, pada umumnya tenaga yang ditawarkan akan menambah hingga 60Hp. Sedangkan untuk beberapa mobil Eropa, angka 80 HP bisa diraih.

Baik Turbo dan NOS bisa diadopsi dalam sebuah mesin. Pada prinsipnya kedua peranti ini akan optimal jika sang mekanik mampu menggbunngkannya menjadi sebuah senjata rahasia. Selanjutnya adalah tinggal pemilihan karakter mesin. Mesin dengan sistem injeksi akam mempunyai karakter tenaga yang merata pada semua lini. Sedangkan untuk karburator hanya salah satu lini saja yang akan mapmu bekerja optimal. “Injeksi mempunyai kontrol elektris yang lebih bisa dikontrol value-nya secara komputerisasi. Sedangkan karburator menggunakan sistem mekanikal yang mempunyai beberapa kendala”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: